Ceritakan Masalah Anda, Kami Siap Membantu




"Perlu diketahui bahwa konsultasi online bukan merupakan perwakilan dari konsultasi tatap muka, namun hanya sebagai gambaran konsultasi tatap muka."

Klik disini jika Anda setuju untuk mempublish nama anda dihalaman website.

working..

 

Beberapa Dari Mereka Telah Mnyelesaikan Masalahnya Disini, Sekarang Giliran Anda

 

146 . Pertanyaan dari anduarea  :
     Selamat pagi dok.. Tolong bantu untuk memecahkan kebingungan saya.. Saya gadis berumur 24 tahun. Saya dibesarkan di keluarga yg tdk harmonis. Papa mama saya cerai. Papa saya penjudi,doyan selingkuh, dan ketika saya masih kecil saya sering melihat papa saya memukuli mama saya. Perna sampai mama saya pingsan dijalan karena dipukul oleh papa saya. Kejadian yg sudah lamapun masih teringat sampai sekarang. Apa karena masa kecil saya ini yg mempengarui rasa kecemasan saya dengan pasangan saya. Rasa kecemasan yg berlebihan. Saya sudah bertunangan. Tunangan saya cukup sabar menghadapi sikap saya yang posesif dan terlalu takut akan hal hal yg belum terjadi. (Seperti takut diselingkuhi, takut ditinggal) saya berteman dgn dia sudah 10 tahun lebih.. kami satu kota. Lalu ketika saya kuliah kita berpacaran. tapi sudah hampir 4 tahun ini kita Ldr dan jarang ketemu. Krna tunangan saya bukan orang yang kaya. Untuk bertemu dgn saya pun tidak bs sebulan sekali. Hubungan komunikasi kami sangat lancar walaupun dia sibuk dia selalu mengabari saya. Dan telefon saya atau mengirim foto ketika dia lg sibuk dgn rekan kerjanya. Tp kenapa saya tetap tidak perna Merasa aman. Perna saya mencoba mengetes tunangan saya dgn mengeadd bbmnya. Tapi saya menggunakan nama dan foto orang lain dan pin bb baru. Saya ingin tahu reaksi dia. Ternyata dia merespon dan berkomunikasi layaknya orangkenalan.Dan┬átunangan saya jg mengakui klo mempunyai pacar(yaitu saya). Hanya karena dia merespon wanita baru dikenalnya itu saja saya sudah merasa takut bahwa dia bisa selingkuhi saya. Perjalanan hubungan saya dengan tunangan saya dulu diwarnai putus nyambung dan cekcok, apalagi ketika saya masih kuliah dan dia bekerja di luar kota dan sayapun kulia di surabaya. Dia sangat membenci lingkungan pergaulanku yg memang tidak baik.hampir semua teman dekat saya adalah simpanan om om. Itu membuat saya semakin merasa lelaki setia itu hampir tidak ada. Tapi semenjak saya lulus kuliah dan saya balik kekota saya. kita semakin dewasa, kita jaranng bertengkar walau kita tetap Ldr. Walaupun demekian kadang saya tidak bisa mengalahkan rasa cemas saya dan imajinasi tiba2 muncul yang jelek2 di otak saya. Saya sering ingin sekali ke psikiater. Saya memahami bahwa saya mempunyai kekurangan dalam diri saya. Dengan kecemasan ini membuat saya tidak bahagia. Saya takut pasangan saya menyelingkuhi saya karena sikap yg berlebihan ini sehingga saya menjadi posesive dan sering ngomel. Saya mencintai dia. Saya ingin dia bahagia dengan saya. Tp saya blm perna mampu mengalakan sikap saya yang aneh ini sehingga terkadang dia memprotes sikap saya yg posesive ini. Dia selalu menyarankan saya utk lbh memperdalam ilmu agama. Agar hati saya lebih tenang .Skrg dia menabung utk pernikahan kita ber2. Saya takut akan gagal berumah tanggah karena sikap saya yg tk kunjung berubah. Saya ingin menjadi wanita normal yg tidak selalu berburuk sangka dan cemas. Agar saya bisa membahagiakan dia, begitu pula dia.rasa ketakutan tidak dicintai lagi ditinggalkan sangat menggangu kenyamanan kehidupan saya dan pasangan saya. Yg ingin saya tanyakan Dok 1.apakah saya ini termasuk mempunyai gangguan kejiwaan? 2. Seberapah parahkah itu dan apa butuh penanganan khusus? Seperti apa dok? Terimah kasih sebelumnya. Tolong di jawab ya dok

 

Dijawab Oleh : Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt

Halo Mba,

pertama-tama saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda. Dari cerita Anda, memang sudah mengarah pada gangguan kejiwaan. Namun perlu diingat bahwa gangguan kejiwaan terbagi menjadi beberapa spesifikasi, mulai dari gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan disosiatif, dan bukan selalu mengacu pada gangguan psikotik (contoh: skizofrenia).Ketika seseorang merasa SANGAT YAKIN bahwa pasangan telah berselingkuh tanpa bukti yang nyata ataupun dianggap nyata oleh orang lain, itulah apa yang disebut dengan ”waham”, salah satu ciri gangguan psikotik. Karena Anda pun sadar bahwa rasa cemburu dan ketakutan Anda sebatas kecemasan/kekhawatiran belaka, dapat dikatakan bahwa gejala yang Anda rasakan memang mengarah pada gangguan kecemasan. 

Sekedar menguji pemikiran Anda. Pertama, mengenai ”tidak ada satupun laki-laki yang setia”, apakah Anda pernah bertemu, mengenal, atau mengetahui SATU saja laki-laki yang setia? Jika Ada, berarti pemikiran Anda tidak sepenuhnya benar kan? Kedua, bagaimana kriteria ”setia” menurut Anda? Bagaimana kah batas seseorang dikatakan selingkuh menurut Anda. Apakah kriteria yang Anda buat terlalu tinggi dan tidak masuk akal? Coba telaah kembali.

Seorang anak yang dibesarkan di dalam keluarga tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik dan kasih sayang saja, namun mereka perlu rasa aman. Anak-anak yang kurang mendapatkan rasa aman dalam keluarga akan berkembang menjadi individu yang terus merasa terancam, seperti kasus yang Anda alami. Ingatlah bahwa kejadian yang Anda saksikan mengenai hubungan ayah dan ibu Anda sudah terjadi di masa lalu dan hal tersebut menimpa ibu Anda, bukan Anda. Kenalilah perasaan Anda, ”memang PADA SAAT ITU saya merasa (apa saja?)”. Apakah Anda masih mengalaminya sekarang? Perlukah Anda merasa demikian? Saya akan menjelaskan sedikit tentang ”hukum tarik-menarik”, apa yang Anda lakukan mempengaruhi respon orang lain terhadap Anda. Kontrol diri Anda agar pasangan dapat merasa nyaman dengan Anda, sehingga hubungan Anda pun akan terus terjaga.

Terakhir, menjawab pertanyaan mengenai penanganan bagi Anda, profesional dapat membantu Anda mengatasi ”masalah yang belum teratasi” (unfinished bussiness), sehingga Anda dapat terlepas dari belenggu masa lalu. Contohnya dengan melakukan art therapy, hypnotherapy, dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang nantinya akan dipilih sesuai dengan kondisi Anda . Anda mungkin sering mendengar tentang art therapy dan hypnotherapy. Sekilas mengenai CBT, yang percaya bahwa pemikiran (cognitive), perasaan (emotion), dan perilaku (behavior) saling mempengaruhi satu sama lain pada suatu kejadian. Dalam kasus Anda, pemikiran akan diselingkuhi (cognitive) membuat Anda merasa cemas (emotion) sehingga Anda menjadi posesif dan sering mengomel (behavior). Terapis akan membantu Anda menguji pemikiran yang "negatif", sehingga pemikiran tersebut akan direstrukturisasi menjadi lebih "positif".Demikian, perilaku dan perasaan Anda pun akan semakin "positif" pula dalam menghadapi situasi tersebut. Tujuannya bukan untuk mengubah pikiran, namun memodifikasinya, sehingga terapi ini harus dilakukan oleh tenaga ahli agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pikir yang dapat menimbulkan dampak lebih buruk.

Jika dibutuhkan, kami siap membantu Anda. Nomor telpon untuk membuat janji temu: 0215609432.

Semoga bermanfaat.

Salam,

dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ

Alexandra G. A., S.Psi, C.Ht

147 . Pertanyaan dari Member  :
     apa yang saya rasakan beberapa tahun belakangan ini seperti ada yang tidak beres. setelah saya cek dan caritahu melalui internet dari beberapa situs, gejala yang saya alami sama seperti seorang penderita bipolar. Bagaimana saya bisa memastikannya dok? Terimakasih

 

Dijawab Oleh : Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt

Dear Bapak, 

penegakkan diagnosis yang sah harus dilakukan oleh psikolog atau psikiater karena perlu adanya observasi, wawancara, dan tes sesuai dengan pemeriksaan kesehatan mental seseorang. Informasi yang didapat dari media-media atau orang awam tidak boleh dijadikan tolak ukur yang sah. Anda harus ingat bahwa kriteria yang disebutkan di media-media hanya mencantumkan ciri-ciri gejala. Sedangkan, untuk menegakan sebuah diagnosis harus pula diketahui intensitas gejala, durasi, frekuensi, serta latar belakang gejala dan gambaran gejala tersebut secara mendalam. Namun, perlu diingat, suatu gejala dapat disebut gangguan jika gejala tersebut dirasa tidak dapat dikendalikan, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta mengganggu/berbahaya bagi orang lain dan/atau diri sendiri.

Anda dapat menuliskan gejala-gejala apa yang Anda rasakan dan kami akan membantu untuk menilai kecurigaan Anda (bukan menegakkan diagnosa). Apakah gejala tersebut sudah mengarah pada gangguan psikologis/psikiatri yang jelas harus ditangani secara profesional untuk mendapatkan terapi serta penegakkan diagnosis, atau masih tergolong gejala yang wajar dan dapat diselesaikan tanpa harus melakukan konseling. Tulislah gejala secara lengkap, intensitas, durasi, dan frekuensinya. Jika Anda berminat untuk langsung melakukan konsultasi tatap muka dengan kami, Anda dapat membuat janji temu di 0215609432. 

Semoga bermanfaat.

Salam,

dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ

Alexandra G. A., S.Psi, C.Ht

148 . Pertanyaan dari Member  :
     Selamat Siang Dokter, saya butuh sarannya mengenai anak perempuan saya yg berumur 6 tahun. Anak saya dalam hal belajar sering tidak fokus, sering diam jika ditanya sampai berkali kali baru menjawab, menulis pun tidak fokus. tetapi jika aktivitas bermain bercanda dengan adiknya sangat aktif sekali dan tergolong nakal jadinya. Kemudian sekarang di sekolah ternyata dia tidak memiliki teman. Dia ada sedikit pemalu tapi untuk berkenalan tidak ada masalah.yang terjadi sekarang adalah perkenalan dengan teman barunya semakin hari semakin renggang dan akhirnya dia ditinggalkan temannya dalam beraktivitas di sekolah. Mohon sarannya dari dokter. Perlukah anak saya dibawa ke tumbuh kembang anak ataupun psikiater anak ? terima kasih sebelumnya.

 

Dijawab Oleh : Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt

Dear Bapak,

Masih banyak informasi yang harus kami ketahui mengenai keadaan anak Bapak. Nakal seperti apakah yang Bapak maksud? Apakah sudah sampai bertindak agresi terhadap adiknya? Mengenai kurangnya fokus dalam belajar, apakah anak Bapak terlihat melamun atau seperti asik memperhatikan hal-hal lainnya? Dan apakah ia dapat fokus ketika mengerjakan hal-hal lain selain belajar atau terlihat kurang fokus pada sebagian besar kegiatan yang ia lakukan? Demikian, dengan mengetahui informasi-informasi tersebut, kami dapat membantu Anda mencari jalan keluar atas masalah anak Anda. Akan lebih baik pula untuk segera memeriksakan anak Anda kepada tenaga ahli. Anda dapat membuat janji temu dengan dr. Dharmawan di 0215609432 untuk melakukan tes atas kemampuan konsentrasi, mengevaluasi perkembangan anak, dan melakukan psikotes untuk mengetahui permasalahan anak Anda.

Mengenai masalah hubungan anak Anda dengan teman-teman sekolahnya, ada baiknya untuk bekerjasama dengan guru atau staf-staf sekolah untuk mengobservasi perilaku anak Anda di sekolah. Mintalah bantuan mereka untuk mencari tahu kejadian apa yang menyebabkan teman-teman menjauhi anak Anda. Yang perlu dikhawatirkan, anak-anak yang pemalu berisiko lebih tinggi mengalami bullying dari teman-temannya. Inilah yang perlu kita perhatikan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

 Untuk meningkatkan kepercayaan diri anak Anda, Anda dapat mengajak anak melakukan kegiatan yang disukai dan dikuasai oleh si anak. Carilah permainan yang bersifat kompetitif (seperti: monopoli, ular tangga) dan berikan pujian setiap kali si anak mendapat nilai unggul. Dengan demikian, semangat si anak pun meningkat dan disertai dengan kepercayaan dirinya pula. Untuk mengajarkan ketrampilan bersosalisasi, Anda dapat mengajak anak Anda bersama-sama mengobrol dengan temannya. Contohkanlah cara berinteraksi, gunakan beberapa topik obrolan, dan terus ajak anak Anda untuk bermain bersama. Dengan demikian, anak akan belajar berinteraksi dari perilaku yang Anda contohkan.

Semoga bermanfaat.

 

Salam,

dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ

Alexandra G. A., S.Psi, C.Ht

149 . Pertanyaan dari Member  :
     dokter, sy ingin berkonsultasi krna sy sdh tdak tau lg harus bercerita dgn syp dok, dokter sy mengalami tekanan batin yg cukup dalam dok, bnyak masalah yg sy hadapi sndiri dok, dokter sy hdup dikluarga yg mmbesarkan sy dgn baik nmun mreka bkn lh kandung dok, dr kcil sy tidak mndapatkan kebebasan yg ckup dok hingga saat ini pun sy tdk mndpatkan kbebasan yg ckup, pertama dok, sy ingin sekali menanyakan dari mana asal usul sy dok tapi mngpa hati sy slalu ragu dok krn sy yakin pertanyyan itu akan sangat menyakitkan dok, kapan saat tepat sy bs brtnya itu dokter? setidaknya sy hanya ingin tau sj dok, kedua, sy mempunyai pacar dok tp ini dilarang oleh orangtua sy dok, mreka melarang sy dgn alasan beda suku dokter, pdhal sy bahagia dok,, apakah mreka egois mlarang kebahagiaan sy dok? wlau sbnernya sy tau krna mreka syng dok, tp mnurut sy ini berat dong, saking mreka melarangnya sy tidak bs megang handphone, berpergian, kerja pun antar jemput dokter, apakah ini tidak keterlaluan dokter? sy merasa tersiksa sekali dgn keadaan ini dokter, apa yg harus sy lakukan dok, bnyak pikiran aneh melayang2 yg sy pikirkan dokter namun sy urungkan dokter, sy harus bagaimana dokter? mohon bantuannya dokter, terimakasih

 

Dijawab Oleh : Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt

Halo mba,

Mengingat usia Anda yang telah dewasa, sikap protektif dari orangtua memang berlebihan. Tetapi perlu Anda ingat, mereka melakukan hal tersebut karena ingin yang terbaik bagi Anda. Walaupun Anda merupakan anak adopsi, saya yakin kedua orangtua sangat menyayangi Anda. Kalau tidak sayang, tidak mungkin beliau memikirkan masa depan Anda sedemikian rupa. Memang, saat sedang jatuh cinta hal apapun dari pasangan terasa positif, namun orang-orang di sekitar kita lah yang dapat menilai dengan nyata. Cobalah telaah kembali hal positif dan negatif dari pasangan, dan coba bayangkan kelanjutan hubungan Anda di masa depan dengan pasangan. Bagaimana dengan masalah agama? Bagaimana menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda? Apakah memang pasangan Anda pantas untuk dipertahankan atau sesuai dengan pertimbangan kedua orangtua Anda? Bicarakan secara baik-baik dengan orangtua Anda dengan bersikap terbuka atas pendapat mereka. Tunjukkan bahwa Anda telah cukup dewasa untuk bertanggung jawab atas keputusan Anda sendiri. Janganlah menunjukkan perlawanan yang frontal karena hal tersebut akan memperburuk keadaan.

Jika Anda ingin mengetahui status keluarga kandung, yang perlu Anda pertimbangkan adalah keinginan-keinginan lain yang akan muncul setelah Anda mengetahuinya. Setelah tahu, lalu bagaimana? Itulah yang dapat mebuat hati orangtua sedih karena mereka takut suatu hari Anda akan meninggalkan mereka dan mencari orangtua kandung Anda. Namun, informasi tersebut memang merupakan hak Anda untuk mengetahuinya. Apakah Anda yakin tetap dapat berbakti terhadap orangtua angkat Anda jika Anda telah mengetahui kebenarannya?

 

salam,

dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ

Alexandra Gabriella A., S.Psi, C.Ht

150 . Pertanyaan dari Member  :
     Saya dari masa kanak kanak mengalami insomia, jika tidur saya seperti sutradara, saya mengarang jalan cerita mimpi saya, dan seringkali jika saya tidur di tempat yang ramai, suasana dan cerita yang sedang terjadi akan langsung masuk mimpi saya,saya tidak pernah libur bermimpi, walaupun hanya tidur sebentar.dok sebenarnya masalah apa yang sedang saya alami dan bagaimana cara mengatasinya dok,,

 

Dijawab Oleh : Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt

Halo ibu,

Pola tidur atau arsitektur tidur dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah Non-Rapid Eye Movement (NREM), yang dimulai saat seseorang merasa di antara sadar dan tertidur hingga tidur yang terpulas (slow wave). Tahap kedua adalah Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap seseorang hanyut dalam mimpi. Pada tahap REM, aktivitas otak yang terjadi sama seperti saat kita sedang dalam kondisi bangun.  Walaupun mimpi selalu terkesan memiliki durasi yang lama, tahap REM sebenarnya hanya terjadi kurang lebih sepuluh menit, lalu kita pun akan kembali ke tahap NREM. Siklus tersebut akan terjadi berulang kali sepanjang tidur.

Dari sisi psikologi, mimpi merupakan refleksi atas ingatan-ingatan yang tersimpan di alam bawah sadar. Kenalilah pola cerita mimpi Anda. Siapa tahu, dengan demikian Anda dapat menyadari masalah apa yang sebenarnya sedang Anda hadapi di kehidupan. Seseorang dikatakan memiliki masalah tidur jika mereka merasa kurangnya kualitas tidur sehingga berpengaruh pada aktivitas sehari-hari karena terus merasa lemas, letih, atau terus mengantuk saat bangun. Selama Anda tidak mengalami hal tersebut, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Namun, apabila Anda merasa mengalaminya, jangan ragu untuk membuat perjanjian konsultasi dengan kami di Klinik Smart Mind Center (CS:021 5609432)
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |

Artikel Kesehatan