5 Dampak Positif Ini Bisa Dirasakan Anak Saat Ikut Perayaan Halloween


Halloween di Indonesia memang tidak dirayakan, namun beberapa tempat atau sekolah masih ada yang membuat sebuah acara Halloween untuk sekedar seru-seruan menggunakan kostum. Saat perayaan Halloween, si Kecil akan berkumpul bersama teman-temannya dengan penampilan yang tidak biasa. Jika orang tua peka, bentuk kegiatan yang dilakukan selama acara pun tentu punya dampak positif untuk si Kecil. Bukan berarti ikut-ikutan kebiasaan orang barat. Orang tua perlu menyadari ada beberapa manfaat saat si Kecil ikut merayakan pesta halloween. Berikut rangkuman dampak-dampak positif dari kebersamaan si Kecil dengan teman-temannya saat mengikuti keseruan perayaan Halloween (dari Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht). 1. Memicu kreativitas anak. Tingkat kreativitas anak seolah diuji saat sedang mempersiapkan perayaan halloween. Saat perayaan ini akan diadakan di sekolah mereka, si Kecil bisa berimajinasi untuk memakai kostum yang diinginkannya. Dari sini, si Kecil bisa belajar memilih model yang dirinya inginkan, seperti apa bentuknya hingga berusaha mencoba membuatnya sendiri. Tak jarang kostum atau aksesori Halloween bisa dibuat sendiri tanpa harus meminjam. Bersama pendampingan orang tua, si Kecil belajar mengeluarkan daya kreativitas yang ada pada dirinya. Sebuah persiapan matang dan ingin menampilkan sesuatu yang terbaik saat perayaan Halloween dapat memicu segala bentuk kreativitas si Kecil. 2. Meningkatkan kepercayaan diri Selain meningkatkan daya kreativitas, anak-anak yang terlibat dari di perayaan Halloween akan pelan-pelan melatih kepercayaan dirinya. Saat Halloween si Kecil pasti akan menggunakan kostum terbaik sama seperti teman-temannya yang lain. Pemilihan kostum yang dipilih langsung dari keinginannya tentu dapat meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi penggunaan kostum ini jarang dilakukan karena di hari biasa, si Kecil mengenakan pakaian-pakaian yang terbilang normal. Pesta kostum selama perayaan Halloween membuat si Kecil melatih keterampilan sosial dengan cara yang berbeda. Mulai dari belajar berusaha percaya diri terhadap penampilan diri sendiri hingga fasih menjelaskan kostum yang sedang dikenakan. Dalam perayaan Halloween yang didatangi anak-anak baik di sekolah atau sebuah acara tertentu, Mama juga perlu mengingatkan si Kecil untuk belajar menghargai kostum yang dikenakan orang lain. 3. Terapi dalam mengurangi rasa takut Ketakutan terhadap hal yang menyeramkan seperti monster atau hantu biasanya wajar terjadi pada anak-anak. Biasanya si Kecil seolah tidak berani tidur sendiri karena takut bertemu atau bermimpi hantu. Saat si Kecil ikut terlibat dalam sebuah perayaan Halloween, ini waktunya Mama berusaha menghilangkan rasa ketakutannya. Sebelum pergi, Mama harus bisa memberikan penjelasan kepadanya kalau Halloween itu acara yang menyenangkan apalagi teman-teman seusianya menggunakan berbagai jenis kostum. Walau beberapa penampilan kostum terbilang menyeramkan, namun si Kecil bisa belajar untuk tetap berani. Jika anak mama memiliki fobia dengan badut dan ada temannya menggunakan kostum badut saat perayaan Halloween, Mama pelan-pelan bisa membantu si Kecil dalam menghilangkan fobia atau perasaan takutnya. Ajak si Kecil berdekatan hingga berinteraksi dengan badut. Tanamkan pada anak mama kalau badut yang ada dihadapannya kini merupakan temannya sendiri dengan sebuah kostum. Walau tidak mudah, yakinkanlah si Kecil dengan sabar. Untuk mengurangi perasaan takutnya, si Kecil harus bisa dibuat nyaman terlebih dahulu. Ketika hal itu sudah didapat oleh dirinya, si Kecil akan paham kalau badut tidak semenakutkan apa yang dirinya kira selama ini. 4. Anak belajar bekerjasama Anak-anak yang mengikuti pesta Halloween terkadang tidak hanya saling memamerkan kostum terbaik saja. Namun, dalam perayaan Halloween anak-anak akan melakukan kegiatan seru bersama seperti membuat prakarya, membuat kantong permen halloween hingga keseruan menghias labu. Tentunya kegiatan yang dilakukan anak-anak selama perayaan ini pasti akan bertema serupa yaitu Halloween. Walau begitu, ada banyak manfaat positif yang bisa dirasakan si Kecil saat dirinya berada dan mengikuti kegiatan-kegiatan Halloween. Anak mama bisa belajar mengikuti instruksi yang diberikan oleh pengarah selama kegiatan berlangsung, melatih kreativitas, belajar meningkatkan berinisiatif hingga membantu teman-temannya dalam hal apapun. 5. Meningkatkan bonding antara orangtua bersama anak Saat Mama dan si Kecil mempersiapkan berbagai keperluan untuk perayaan Halloween, secara tidak langsung dapat meningkatan bonding. Mulai dari mempersiapkan kostum terbaik, keperluan aksesori yang perlu dibuat dan berbagai kegiatan lain yang bisa meningkatkan bonding. Si Kecil yang belum pernah mendatangi perayaan Halloween tentu akan menganggap kalau kegiatan yang satu ini menjadi salah satu aktivitas menyenangkan. Bahkan Mama dan si Kecil bisa mempererat hubungan lho. Sumber : www.popmama.com Penulis : Dimas Prasetyo

Artikel Kesehatan